Translate

[Pertemuan ke-6] Sosiologi Perilaku Menyimpang Tentang Penyimpangan Sebagai Proses Sosial

          Jakarta, 9 April 2018



            Mengawali pertemuan hari ini pak rahman menjelaskan tentang penyimpangan sebagai proses sosial, perilaku tidak ada sejak manusia lahir melainkan dibentuk melalui sosialisasi. Perilaku adalah hasil dari interaksi sosial. Perilaku dalam peran sosial merupakan perilaku yang diharapkan terhadap seseorang pada posisi dan status tertentu menurut referensi kelompok tertentu. Manusia mempelajari peran baru dan meninggalkan peran lamanya pada waktu mereka melewati perputaran hidup serta menghadapi situasi baru.

            Ada beberapa definisi yang bersangkutan dengan pernyataan diatas, yaitu:
  • .      Role planning (perencanaan peran)

            Perilaku seseorang yang didasari perkiraan bagaimana ia harus bertindak.

  • .      Role taking (pengambilan peran)

            Persepsi seseorang terhadap perilaku orang lain.

  • .      Role set (sekelompok peran)

            Sekumpulan hubungan peran yang dimiliki seseorang yang menyandang status       tertentu, atau sekumpulan harapan yang disandang oleh kombinasi identias           aktor tertentu dan semua peran yang berhubungan dengan identitas aktor itu.

         Lalu pembahasan berlanjut tentang sosialisasi sebagai pengambilan peran. Perilaku yang diharapkan seperti kebiasaan, kepercayaan, sikap, atau tindakan adalah perilaku yang ditentukan dan pemenuhannya disebut dengan pemenuhan peran. Pemenuhan peran atau pemenuhan norma dipelajari dalam interaksi dengan orang lain. ketegangan peran akan muncul dalam situasi yang membutuhkan harapan peran yang kompleks, dan dimana seseorang dituntut memenuhi banyak peran.

            Ketegangan ini dapat timbul dalam suatu sistem peran akibat, yaitu:

  • .      Pemenuhan peran yang tidak jelas sehingga orang lain sulit mengetahui peran yang diharapkan


  • .      Terlalu banyak peran yang harus dipenuhi oleh seseorang.


  • .      Peran-peran yang mungkin akan bersifat berlawanan dan menimbulkan konflik sehingga individu harus menyandang peran tanpa adanya persiapan.


            Pada slide selanjutnya membahas tentang pengambilan peran sebagai penyimpang. Individu penyimpang membentuk suatu konsep diri penyimpang melalui identifikasi yang selektif dengan peran penyimpang, di samping banyak peran lain yang dimainkan. Sulit bagi seseorang untuk melepaskan peran yang telah ditetapkan terhadap dirinya, akibat banyak yang secara aktif memainkan peran yang diharapkan masyarakat tersebut. perilaku menyimpang yang diperoleh penyimpang mempengaruhi pilihan perilaku menyimpang lainnya. Contoh dalam pemenuhan peran perwakilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

[Pertemuan ke-7] Sosiologi Perilaku Menyimpang Tentang Dimensi Pengendalian Sosial

Jakarta, 16 April 2018               Pada mata kuliah Sosiologi Perilaku Menyimpang hari ini Pak Rahman membahas tentang dimensi  ...