Translate

[Bahan Materi Mengenai SPM Ke-3] Keluarga Sebagai Lembaga Pengendalian Sosial

PENGERTIAN KELUARGA

Keluarga
Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan makan dalam satu periuk.
  1. Berikut keluarga menurut ahli sosiologi :
*              Menurut Para Ahli
1.      Duvall dan Logan (1986)                                                                                            Keluarga adalah sekumpulan orang yang dengan ikatan Perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan,mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta social dan tiap anggota keluarga.
2.       Bailon dan Maglaya (1978)                                                                                                  Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.

*                   Dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah dua orang atau lebih yang mempunya ikatan     perkawinan yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan menciptakan dan     mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, psikologis dan social      anggota.

KELUARGA SEBAGAI LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL

            Keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya dalam masyarakat. Sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama, aturan dan kedisiplinan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat memengaruhi sikap dan dan perilaku seseorang.

Keluarga memang bisa digunakan sebagai sarana/lembaga pengendalian sosial.Hal ini sangat terkait dengan fungsi dari Pranata Keluarga. Dalam buku karangan D.Narwoko,2007, disebutkan beberapa

Fungsi Dari Pranata Keluarga, Yaitu:
1. fungsi pengaturan keturunan.
2. fungsi sosialisasi dan pendidikan.
3. fungsi ekonomi
4. fungsi proteksi
5. fungsi penentuan status.
6. fungsi pemeliharaan
7. fungsi afeksi.

Untuk melakukan pengendalian sosial dapat dilakukan dengan alat pengendalian sosial yang disebut pendidikan. Salah satu fungsi keluarga adalah pendidikan, maka keluarga dapat digunakan untuk melakukan pengendalian sosial. Pengendalian sosial yang dilakukan oleh keluarga dapat cara persuasif, misalnya anak diajarkan tentang nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Juga pengendalian sosial oleh keluarga dapat bersifat preventif, artinya suatu upaya yang dilakukan oleh keluarga untuk mencegah terjadinya pelanggaran sosial yang dilakukan oleh anggota keluarga.

Secara umum pengendalian sosial di keluarga dilakukan oleh orang tua terhadap anak.Namun dapat juga terjadi sebaliknya, seorang anak dapat melakukan pengendalian sosial terhadap orang tuanya, yang dinilai akan/telah melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku. Karena pada hakekatnya pranata ( pranata keluarga ) merupakan kesatuan sosial yang tidak dapat dipisahkan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain.
FUNGSI KELUARGA SEBAGAI INSTITUSI ATAU LEMBAGA SOSIAL
  • Memenuhi kebutuhan manusia
Merupakan fungsi lembaga social yang disadari oleh masyarakat secara keseluruhan.Dalam hal ini keluarga mempunya fungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti kebutuhan biologis secara sah, memenuhi kebutuhan rohani khususnya perasaan kasih sayang, damai, cinta, aman, tentram ,dan bahagia.
  • Membatasi kebutuhan manusia
Memberikan pedoman pada anggota keluarga lainya,bagaiman mereka harus bersikap dan bertingkah laku. Serta memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan system pengendalian social. . Misalnya,dalam keluarga orang tua harus mendidik anak,sementara anak di harapkan menghormati dan membela nama baik keluarganya.
  • Menjaga keutuhan masyarakat, menciptakan keharmonisan hidup masyarakat.
Merupakan fungsi lembaga social yang di sadari oleh masyarakat atau hanya disadari oleh orang-orang intern,tetapi pada kenyataanya memberikan sumbangan bagi bertahanya masyarakat.


FUNGSI KELUARGA DALAM SOSIOLOGI
*       Meneruskan nilai-nilai budaya
*       Sosialisasi
*       Pembentukan noema-norma, tingkah laku pada tiap tahap perkembangan anak serta kehidupan keluarga
Fungsi keluarga
*    Fungsi sosialisasi artinya bahwa keluarga berperan dalam membentuk kepribadian anak agar sesuai dengan harapanorang tua dan masyarakatnya..
*    Fungsi ekonomi artinya bahwa keluarga terutama orang tua mempunyai      kewajiban ekonomi seluaruh keluarganya . Ibusebagai sekretaris suami didalam keluarga harus mampu mengolah keuangan sehingga kebutuahan dalam rumahtangganya dapat dicukupi.
*    Fungsi pengawasan social artinya bahwa setiap anggota keluarga pada dasarnya     saling melakukan control atau pengawasan karena mereka memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga nama baik keluarga .
*    Fungsi proteksi (perlindungan) artinya fungsi perlindungan sangat diperlukan keluarga terutma anak , sehigngga anak akan merasa aman hidup ditengah-tengah keluarganya. Ia akan merasa terlindungi dari berbagai ancaman fisik mapun mental yang dating dari dalam keluarga maupun dari luar keluarganya.

1.      Fungsi-Fungsi Pokok Keluarga
                 Pada dasarnya fungsi-fungsi pokok keluarga yakni fungsi yang sulit dirubah dan digantikan orang lain. Fungsi-fungsi pokok itu antara lain :
a.      Fungsi Biologik / Reproduksi -> melanjutkan keturunan
            Keluarga merupakan tempat lahirnya anak-anak. Fungsi biologik orang tua ialah melahirkan anak. Fungsi ini merupakan dasar kelangsungan hidup masyarakat. Namun fungsi ini cenderung mengalami perubahan karena keluarga sekarang cenderung memiliki jumlah anak yang sedikit.
b.      Fungsi Afeksi
            Hubungan afeksi dalam keluarga tumbuh sebagai akibat hubungan cinta kasih yang menjadi dasar perkawinan. Dari keluarga inilah lahir hubungan persaudaraan, persahabatan, kebiasaan, identifikasi, persamaan pandangan terhadap nilai-nilai. Dalam masyarakat yang makin impersonal, sekuler dan asing, pribadi sangat membutuhkan hubungan afeksi seperti yang terdapat dalam keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

[Pertemuan ke-7] Sosiologi Perilaku Menyimpang Tentang Dimensi Pengendalian Sosial

Jakarta, 16 April 2018               Pada mata kuliah Sosiologi Perilaku Menyimpang hari ini Pak Rahman membahas tentang dimensi  ...